• RSS
  • Email
  • Follow us
  • Become a fan
  • TOp cat Nav1
  • TOp cat Nav1
  • Top cat Nav1

Brita Top

Sumber Berita Paling Top

  • Cat Nav
    • Sub cat Nav1
    • Sub Cat Nav2
  • cat Nav
  • cat Nav
  • cat Nav

Pembalap F1 Terkejut, Menantu Dirampok di Pom Bensin
Pembalap F1 Terkejut, Menantu Dirampok di Pom Bensin. Nasib apes dialami menantu bos balapan Formula 1, Bernie Ecclestone, yaitu Jay Rutland (32). Pria yang baru menikahi Tamara Ecclestone (29) bulan lalu, dirampok di salah satu Pom bensin London, Inggris. 

Dilaporkan Dailymail, Minggu 21 Juli 2013, Jay yang baru saja tiga hari di London setelah berbulan madu, dalam perjalanan sendirian setelah berkunjung ke rumah teman, Rabu pekan lalu.

Di tengah perjalanan, indikator bensin mobil Range Rover miliknya berkedip, dia pun menuju pom bensin di A12 di Wanstead, timur London.

Begitu turun untuk mengisi mobil, dua pelaku yang memakai topi kupluk mendekatinya. Kedua melakukan penganiayaan setelah meminta uang dan barang berharga.

Di bawah todongan pisau, Jay tak berani melawan dan berteriak minta tolong. Pelaku langsung merampas jam tangan Rolex, dan gelang emas yang dikenakannya.

Jam itu seharga 50.000 pound sterling (Rp770 miliar) dan gelang seharga 20.000 pound sterling (Rp307 juta) atau total keduanya seharga Rp1,1 miliar.
Money Changer di Rampok, 240 Jutaan Raib
Money Changer di Rampok, 240 Jutaan Raib

Money Changer di Rampok, 240 Jutaan Raib. J dan KFP, pegawai money changer menjadi korban perampokan. Uang senilai US$24.500 ikut raib dibawa kawanan perampok. Bukan hanya itu, kedua korban diikat setelah pelaku mendapatkan uang.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat 12 Juli 2013, sekitar pukul 11.30 WIB di Hotel Aston yang terletak di kawasan Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Kejadian ini bermula saat PT EP sebagai perusahaan money changer menerima perminaan tukar uang dari rupiah menjadi dolar Amerika.

"Jadi, pelaku meminta uang dolar itu dibawa ke Hotel Aston ruang 3008. Setelah sampai di kamar tersebut, kemudian pelaku perempuan menyuruh kedua korban masuk," ujar Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Metro Setiabudi, Komisaris Riftazudin.

Dia menambahkan, setelah korban masuk ke kamar, kemudian datang lima orang laki-laki yang berada di dalam kamar itu juga.

Tanpa banyak bicara, pelaku langsung mengikat kedua korban di bagian kaki, tangan dan mulut dengan lakban. Menurut keterangan korban, jumlah pelaku dalam perampokan ini ada enam orang.


Demikian disampaikan salah satu pegawai yang tidak mau disebut namanya itu.
Nasabah Bank di Rampok, Ratusan Juta Melayang
Nasabah Bank di Rampok, Ratusan Juta Melayang. Seorang nasabah bank di Bekasi Jawa Barat,  Menjadi sasaran perampok. Menurut korban, uang miliknya yang berkisar senilai Rp650 juta yang akan disetorkan ke bank dibawa kabur perampok
Peristiwa itu terjadi di Perempatan kawasan industri MM2100, Cibitung, Kabupaten Bekasi Senin, 15 Juli 2013. Korban, Ali Akbar (27) mengalami luka bacok di tangan, kepala, kaki, dan punggung akibat berkelahi dengan pelaku. Karyawan toko kelontong ini dalam perawatan di rumah sakit Karya Medika 1 Cikarang Barat.

Perampokan terjadi saat korban mengendarai sepeda motor seorang diri sekira pukul 08.30. Korban membawa uang tunai sebesar Rp650 juta, rencananya akan pergi ke Bank Ekonomi di kawasan MM 2100.

Ketika di tengah perjalanan korban dihadang empat pelaku menggunakan dua sepeda motor. Pelaku kemudian meminta paksa uang yang dibawa korban di dalam kardus. Akibatnya, terjadi duel dengan empat orang pelaku.

Kanit Reskrim Polsek Cikarang Barat, Iptu Dwi Yanuar membenarkan kejadian tersebut. Kepolisian masih menyelidiki kasus ini. Dari keterangan saksi, kata dia, pelaku berjumlah empat. "Ada saksi petugas keamanan di sekitar lokasi, melapor kejadiankan itu," katanya. 


Hingga saat ini, Pihak kepolisian masih memperdalam kasus ini dan mengejar para pelakunya.


Pengusaha Emas menjadi Incaran Perampok. tentu ini bukan kasus yang pertama kali terjadi di indonesia ini. Kasus kriminal yang trus berkembang sudah tidak bisa diawasi oleh pihak berwajib lagi. Seorang pengusaha ditemukan tewas mengenaskan di rumahnya di kawasan Aer Joman, Asahan, Sumatera Utara. Korban dibunuh kawanan perampok yang menggasak emas batangan dan uang senilai ratusan juta rupiah.



Jenazah korban pertama kali ditemukan keluarganya yang baru pulang bepergian dari luar kota. Saat ditemukan korban terikat dengan sejumlah luka di sekujur tubuhnya. 

Keluarga korban menangis histeris atas kepergian mendiang yang sudah berusia lanjut itu. Mereka tidak menduga korban meninggal secara mengenaskan.

Petugas kepolisian menduga jumlah perampok lebih dari tiga orang yang melakukan aksi itu. Emas batangan bernilai ratusan juta rupiah digondol.

untuk menonton Videonya,
Selengkapnya klik tautan video ini
Perampokan Bank BRI, 2 Perampok ditembak Mati
Perampokan Bank BRI, 2 Perampok ditembak Mati. Bank kembali menjadi sasaran perampok untuk kesekian kali nya. Kali, ini, Bank BRI menjadi giliran para perampok tersebut. berdasarkan informasi dari pihak Kepolisian, Mereka Berhasil melumpuhkan 2 dari 4 pelaku perampokan.
Polisi berhasil melumpuhkan kawanan perampok yang menggasak Rp6,7 miliar dari kantor unit Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Lampung, Selasa 13 Agustus 2013. Perampok mengambil kesempatan kala mayoritas pegawai tengah merayakan lebaran.

“Namun anggota kami berhasil menembak mati dua tersangka pelaku perampokan tersebut saat pengejaran,” kata Kabid Humas Polda Lampung, Sulistyaningsih, kepada VIVAnews, Selasa 13 Agustus 2013.

Dua perampok yang ditembak polisi itu adalah Marwoto dan Nelson, warga Teluk Betung, Bandarlampung. Mereka menjarah kantor BRI Unit Rawajitu, Tulang Bawang, Lampung, pada Selasa dini hari sekitar pukul 01.00.

Sulis menjelaskan, ketika itu Kepala Unit BRI Rawajitu, Syahrudin Yandri Lingga, yang menginap di kantor itu akan buang air kecil di samping gedung. Tiba-tiba, Syahrudin ditodong pelaku dari belakang dengan sebilah golok dan membawa korban masuk ke dalam. "Lalu pelaku mengikat lima karyawan bank yang ada di dalam,” papar Sulistyaningsih.

Kawanan perampok itu kemudian memaksa korban untuk mengambil uang yang ada di brankas dan memasukkannya ke dalam karung. Perampok meninggalkan korban dalam keadaan terikat dan menguncinya. Mereka kabur dengan menggunakan mobil Avanza warna silver.
 
Ketika melintas di jalan lintas Rawa Jitu areal PT BNIL, polisi menghentikan mobil yang mencurigakan. Namun, pengendara mobil tak mengindahkan perintah petugas. “Mereka melawan, bahkan Kapolres dan Kapolsek mau ditabrak," kata Sulis.

Polisi yang bertugas malam itu dipimpin Kasat Reskrim Polres Tulang Bawang AKP Listyono Dwi Nugroho beserta Kapolsek Rawajitu.  "Anggota lalu melepaskan tembakan untuk melumpuhkan para pelaku, namun dua orang melarikan diri,” pungkas Sulistyaningsih.
 
Barang bukti yang diamankan yakni uang tunai senilai Rp6,7 miliar yang terdiri dari uang dalam kondisi baik Rp6.750.076.000 dan uang dalam kondisi rusak Rp1.650.0002. Petugas juga menyita satu unit mobil Toyota Avanza Nopol BE-2935-Y warna silver tahun 2011 serta lima unit HP, tiga bilah golok, sebo atau penutup muka, dan tali. 
(sumber: VivaNews)
Postingan Lebih Baru Beranda

  • Recent Posts
  • Feature Posts
  • Comments

Kategori

  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Teknologi

Archive

  • 2013 (31)

Info SEHAT

Info Kriminal

Info Teknologi

Internasional

Brita Top © 2011. All rights reserved. Designed by SpicyTricks