You Are Here: Home» Kesehatan » Jantung Sering Berdebar-debar ? Hati-hati

Jantung Sering Berdebar-debar ? Hati-hati
Jantung Sering Berdebar-debar ? Hati-hati
BRITA TOP Kesehatan - Jantung Sering Berdebar-debar ? Hati-hati . Berikut ini ada cerita singkat dari seorang Pasien.
“Dada saya tidak enak,dok. Berdebar-debar, saya cemas sekali dan lemas dok.”Kata seorang bapak 30 tahunan, perokok berat, peminum kopi berat dan agak gemuk datang ke poliklinik.
“Nadinya cepat sekali dok.”Kata perawat pendamping poliklinik yang melaporkan tekanan darahnya agak turun 90/60 mmHg dan nadinya lebih dari 120, karena kebiasaan mereka menghitung nadi dalam 15 detik dikalikan 4.
“Rekam jantung dahulu ya,pak. Mau tahu irama jantungnya apa.”Kataku.
Lalu dijumpai bentuk rekaman EKG (elektrokardiografi) seperti di atas, dimana denyut jantung bisa lebih dari 150 kali permenit, sementara bentuk gelombangnya masih relatif normal.
Kelainan ini dinamakan paroxysmal supraventricular tachycardia, dimana jantung secara tiba-tiba dapat berdebar sangat cepat dan terkadang spontan normal kembali.
Ini terjadi akibat adanya jaringan di jantung yang rusak di sepanjang perjalanan arus listriknya yang normal dan sesekali menimbulkan lompatan-lompatan listrik yang tidak sesuai aturannya.
Keluhan yang khas adalah berdebar-debar, lemas, terkadang rasa takut, sesak dan kalau tidak hati-hati dapat menjadi lebih fatal ke gagal jantung atau emboli yang dapat menyumbat kemana-mana serta jangan lupa denyut jantung yang terlalu cepat dan bertambah cepat suatu saat dapat saja berhenti sendiri kelelahan yang dinamakan cardiac arrest.

(dokumentasi pribadi)
Nah, lucunya penyakit yang berpotensial mengancam jiwa ini terkadang dapat diobati hanya dengan mengelus-elus leher di daerah dibawah sudut rahang bawah menuju ke leher bawah kurrang lebih 10 kali dan debaran jantungnya mendadak teratur lagi kembali ke denyutan normal 60-100x/menit. Tindakan sederhana ini namanya valsava manuver.
Daerah yang dielus-elus itu adalah daerah lewatnya pembuluh darah carotis yang memberikan suplay darah ke otak, di sekitar pembuluh darah itu lewat persyarafan yang berhubungan dengan pengaturan denyut jantung.
Namun ada kalanya dielus-elus beberapa menit tidak menunjukkan hasil, maka kasus begini harus diberikan obat-obatan pengatur denyut jantung, pengencer darah, penenang dan sebagainya serta dirawat beberapa hari.
Biasanya pasien begini suka minum kopi dan merokok, jadi kedua kebiasaan ini harus dihentikan sesudah pasien pulang.
Nah, bagi teman-teman yang sering berdebar-debar jantungnya, cobalah hitung denyut nadi anda, kalau semenit lebih 150 kali dan halus, serta baru minum kopi, segeralah ke unit gawat darurat (UGD) terdekat dan kalau setelah di EKG terbukti ada PSVT, maka jangan heran kalau lehernya dielus-elus sebentar oleh si dokter dengan lembut.
Demikianlah kasus debar-debar di dada yang dapat diobati dengan elus-elusan di leher dengan mesra.
Semoga bermanfaat!
Tags: Kesehatan

0 komentar

Leave a Reply

Berikan tanggapan dan aspirasi anda di kolom komentar ini